iklan Pengumuman Persengketaan Merek Perusahaan

  • Beranda
  • iklan Pengumuman Persengketaan Merek Perusahaan
iklan persengketaan merek dagang 1
iklan persengketaan merek dagang 2
iklan persengketaan merek dagang 3
iklan persengketaan merek dagang 4

Apa persamaan dari Garuda Food, Indofood, Unilever, dan Siantar Top yang anda ketahui?

Tidak ada.

Setiap merek dagang ini memiliki hak cipta tersendiri dalam hal merek yang telah dilindungi oleh hukum, dan tidak bisa sembarangan digunakan oleh bisnis lain tanpa kewenangan dari pemilik.

Sudah lumrah untuk menggunakan merek lain dalam hal periklanan, selama standar tertentu telah dipenuhi.0020 iklan yang dipublikasikan tersebut harus jujur dan tidak menyalahi aturan penggunaan merek oleh pemilik hak cipta.

Namun untuk merek dagang yang tidak begitu terdengar kepemilikannya, tidak jarang terjadi sengketa penggunaan merek tanpa izin. Disini, peran sebuah agen iklan seperti IklanPro dibutuhkan lebih dari apapun untuk memenuhi proses sengketa dari pengadilan.

Apa Itu Persengketaan Merek Dagang?

Persengketaan merek dagang adalah perselisihan yang terjadi ketika sebuah bisnis menggunakan simbol atau merek dagang yang mirip atau sama dimana merek tersebut telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Merek yang dimaksud seperti yang terdapat pada Undang Undang tentang Merek Dan Indikasi Geografis Tahun 2020 Pasal 1 adalah, tanda yang dapat ditampilkan secara grafis, baik itu berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau tiga dimensi, suara, hologram, atau kombinasi 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatannya.

Persengketaan merek dagang akan timbul jika anda menggunakan merek atau simbol dagang milik bisnis lain , atau anda menemukan bisnis yang menggunakan branding yang sama dengan bisnis anda. Walaupun cukup jarang untuk melakukan riset terhadap registrasi hak merek dagang sebelum menggunakan nama tertentu untuk bisnis, persengketaan merek dagang adalah salah satu hal yang cukup sering dijumpai.

Contohnya

  • Nama website yang teregistrasi – Terkadang setelah menggunakan nama dagang tertentu mahal-mahal, ternyata terdapat bisnis lain yang mengklaim lebih berhak memiliki nama yang anda gunakan untuk bisnis.
  • Nama domain website yang diregistrasikan terlalu mirip dengan merek dagang terkenal.
  • Sebuah logo yang teregistrasi pada trademark Indonesia, namun pihak trademark Malaysia mengakui bahwa mereka lebih berhak terhadap merek tersebut.

Terkadang, merek dagang dating dengan sendirinya namun terhalang dengan merek dagang yang sama/mirip dan sudah diregistrasi.

Cara Menyelesaikan Persengketaan Merek Dagang

Sesuai dengan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Pelanggaran Hak Atas Merek dan Mekanisme Penyelesaiannya di Indonesia, maka bisa dilakukan dengan melakukan berbagai cara; yaitu:

  • Arbitrase
  • Konsultasi
  • Negosiasi
  • Mediasi
  • Konsiliasi
  • Penilaian ahli

Dari enam cara penyelesaian sengketa merek dagang, hanya arbitrase yang sifatnya mengikat dan final. Sehingga, keputusan pengadilan adalah bulat dan tidak dapat lagi ditempuh dengan cara lain – baik itu kasasi, banding, ataupun peninjauan kembali.

Untuk arbitrase,maka pelaksanaannya dilaksanakan sesuai dengan Undang Undang Merek Dagang Nomor 30 Tahun 1999 Pasal 4

  • Dalam hal para pihak telah menyetujui bahwa sengketa di antara mereka akan diselesaikan melalui arbitrase dan para pihak telah memberikan wewenang, maka arbiter berwenang menentukan dalam putusannya mengenai hak dan kewajiban para pihak jika hal ini tidak diatur dalam perjanjian mereka.
  • Persetujuan untuk menyelesaikan sengketa melalui arbitrase sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dimuat dalam suatu dokumen yang ditandatangani oleh para pihak.
  • Dalam hal disepakati penyelesaian sengketa melalui arbitrase terjadi dalam bentuk pertukaran surat, maka pengiriman teleks, telegram, faksimili, e-mail atau dalam bentuk sarana komunikasi lainnya, wajib disertai dengan suatu catatan penerimaan oleh para pihak.

Kewajiban Mengumumkan Persengketaan Merek Dagang di Surat Kabar

Sesuai dengan Bab XIV Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak CIpta, terdapat 6 cara penyelesaian sengketa hak cipta atau merek dagang yang bisa ditempuh Dimana didalam proses penyelesaiannya, mediasi pada surat kabar adalah salah satu kewajibannya.

Mediasi melalui surat kabar adalah cara terbaik dan paling dipercaya untuk sebuah pengumuman legal. Surat kabar nasional akan selalu menjadi salah satu prosedur wajib yang harus dilakukan oleh perusahaan yang bersengketa. Dengan memilih IklanPro sebagai agen iklan legal, dipastikan pengumuman dan mediasi dari persengketaan merek dagang anda menjadi lancer.

Bekerja sama dengan lebih dari 300 surat kabar nasional dan local di seluruh Indonesia, IklanPro hadir sebagai solusi publikasi legal yang professional untuk menjawab kebutuhan anda. Hanya dalam beberapa langkah mudah, siapa saja bisa mempublikasikan iklan mereka tanpa harus repot mengurus administrasinya.

Klien bisa dengan mudah memilih tipe pengumuman dan nama-nama surat kabar yang ingin dipilih dari daftar yang kami sediakan. Tim IklanPro yang profesional akan membantu anda dalam memenuhi keinginan anda akan iklan pengumuman legal yang aman, cepat, dan terjangkau.